Edukasi Sewa

Sejarah Summarecon: Dari Rawa-Rawa Kelapa Gading sampai The Springlake

11 September 2026

Sejarah Summarecon: Dari Rawa-Rawa Kelapa Gading sampai The Springlake

Dari Rawa-Rawa Jadi Kawasan Elite

Salah satu nama besar di industri properti Indonesia hari ini, Summarecon, punya titik awal yang jauh dari kesan mewah. PT Summarecon Agung didirikan November 1975 oleh Soetjipto Nagaria bersama rekan-rekannya. Setahun kemudian, September 1976, perusahaan ini mulai menggarap 10 hektare lahan di utara Jakarta yang saat itu masih berupa rawa-rawa. Lahan itu sekarang dikenal sebagai Summarecon Kelapa Gading.

Melantai di Bursa dan Apartemen Pertama

Pada 7 Mei 1990, Summarecon resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya. Di tahun yang sama, Maret 1990, Mal Kelapa Gading fase pertama dibuka. Setahun setelahnya, 1991 jadi tahun penting lain: Summerville Apartments selesai dibangun sebagai proyek apartemen pertama Summarecon, dan perusahaan ini masuk ke kerja sama pengembangan Gading Serpong seluas 1.500 hektare.

Mal Kelapa Gading terus berkembang lewat beberapa fase tambahan — fase 2 pada 1995, fase 3 pada 2003, dan fase 4 pada 2006.

Ekspansi ke Serpong dan Bekasi

Juni 2007, Summarecon Mall Serpong fase pertama dibuka. Tiga tahun berselang, Maret 2010, Summarecon Bekasi diluncurkan — kawasan yang saat itu masih dipandang sebelah mata sebagai daerah pinggiran. Summarecon Mal Bekasi menyusul dibuka Juni 2013.

The Springlake Apartment: Momen Besar di Bekasi

26 April 2014 jadi salah satu momen yang paling banyak diingat dari perjalanan Summarecon Bekasi: The Springlake Apartment resmi diluncurkan. Menurut materi PR dan media resmi Summarecon sendiri, 2.247 unit dari 3 tower yang ditawarkan terjual habis hanya dalam satu hari.

Springlake sendiri adalah kawasan mixed-use seluas sekitar 8 hektare di dalam Summarecon Bekasi, memadukan hunian apartemen dengan area komersial (shopping arcade) di tepi danau buatan. Popularitas fase pertama ini berlanjut lewat fase pengembangan berikutnya, The Springlake View, yang menambah 4 tower baru setinggi 26 lantai di kawasan yang sama.

Terus Berekspansi ke Kota Lain

Dari basis Jakarta dan sekitarnya, Summarecon terus memperluas jangkauannya ke kota-kota lain: Summarecon Bandung diluncurkan November 2015, disusul Summarecon Mutiara Makassar pada November 2018, dan Summarecon Bogor pada Oktober 2020.

Belajar dari Perjalanan Panjang Industri Properti

Dari 10 hektare lahan rawa-rawa di Kelapa Gading sampai menjadi salah satu nama besar properti Indonesia, perjalanan Summarecon menunjukkan bagaimana industri properti di Indonesia tumbuh dan berkembang selama hampir lima dekade.

Kalau kamu sedang mencari apartemen untuk disewa — baik untuk tinggal jangka panjang maupun kebutuhan sementara — kamu bisa cari pilihan unit di berbagai kawasan lewat sewainunit.com.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Summarecon didirikan?expand_more

November 1975, oleh Soetjipto Nagaria bersama rekan-rekannya.

Apa itu The Springlake Apartment?expand_more

Proyek apartemen yang diluncurkan 26 April 2014 di kawasan Summarecon Bekasi, bagian dari kawasan mixed-use Springlake seluas sekitar 8 hektare di tepi danau buatan.

Di kota mana saja Summarecon punya kawasan pengembangan?expand_more

Selain Jakarta (Kelapa Gading, Serpong, Bekasi), Summarecon juga mengembangkan kawasan di Bandung (2015), Makassar (2018), dan Bogor (2020).

Artikel Terkait